Selasa, 13 Maret 2012

Perubahan Dalam Lingkungan Pemasaran


Lingkungan Pemasaran
Banyak bentuk kekuatan di dunia pemasaran. Untuk membantu mengatur cara berfikirmu, sangat bermanfaat untuk mengklasifikasian kekuatan itu diantaranya: (1) lingkungan pasar langsung atau (2) lingkungan pasar eksternal. Lingkungan pasar langsung mencakup pelanggan, perusahaan, dan kompetitor. Lingkungan pasar eksternal terdiri dari 4 area besar:

1. Lingkungan ekonomi
2. Lingkungan teknologi
3. Lingkungan politik dan legal
4. Lingkungan sosial dan budaya
Manager pemasaran tidak bisa mengatur variabel (faktor yang tidak tetap) lingkungan pemasaran. Sebaliknya manager pemasaran harus berhati-hati menganalisis variabel-variabel lingkungan dimana pembuatan keputusan bisa diatur. Misalnya mereka membuat produk dinama kompetisi tidak terlalu kuat.
Tujuan Menentukan Perjalanan Perusahaan
Menetapkan tiga tujuan dasar sangat bermanfaat sebagai titik awal untuk menyusun tujuan perusahaan. Tujuan-tujuan tersebut harus diketemukan secara bersama karena pada jangka panjang, suatu kegagalan pada salah satu dari tiga area dapat menyebabkan kegagalan bisnis secara keseluruhan.
Pedoman tiga tujuan dasar sebuah bisnis seharusnya:
1. Menggunakan aktifitas-aktifitas spesifik yang akan menghasilkan keuntungan ekonomi dan sosial. Bisnis tidak bisa berjalan tanpa penerimaan pelanggan. Jika perusahaan melawan “barang” pelanggan, perusahaan bisa dihapus oleh aksi politik atau legal, atau mandapat respon negatif dari pelanggan.
2. Mengembangkan sebuah organisasi untuk melanjutkan bisnis dan melaksanakan strateginya. Selain itu manajemen harus memaksimalkan keuntungan agar tidak kehilangan uang di beberapa tahun pertama.
3. Menghasilkan keuntungan yang cukup.
Banyak perusahaan mencoba menghindari tujuan yang tidak jelas dengan mengembangkan pernyataan misi.
Hierarki Tujuan
Sumber-sumber daya Perusaaan Membatasi Pencarian Kesempatan
Untuk menemukan kekuatannya, sebuah perusahaan harus mengevaluasi area fungsionalnya (produksi, penelitian dan keahlian teknik, pemasaran, manajemen umum, dan finansial) juga keberadaan produk dan pasar. Pengetahuan orang mengenai perusahaan bisa menjadi sumber penghasilan yang unik. Dengan menganalisis keberhasilan dan kegagalan berkaitan dengan sumber penghasilan perusahaan, manajemen bisa manemukan kenapa perusahaan berhasil –atau kenapa gagal di masa lalu.
Kekuatan Finansial
Beberapa kesempatan membutuhkan modal yang besar. Uang dibutuhkan untuk R&D, fasilitas produksi, penelitian pemasaran, atau untuk iklan. Kekurangan kekuatan finansial sering menjadi penghalang untuk memasuki pasar yang menarik.
Kemampuan Produksi dan Fleksibilitas
Di banyak bisnis, biaya produksi dan penjualan tiap unit menurun seiring penurunan kualitas. Oleh karena itu, perusahaan yang lebih kecil bisa mengalami kerugian jika mencoba memenangkan bisnis dari kompetitor yang lebih besar. Sebaliknya, perusahaan baru –atau lebih kecil- mempunyai kelebihan fleksibilitas. Mereka tidak dihalangi oleh fasilitas besar dan tujuan khusus yang kuno atau lokasi yang kurang baik.
Kekuatan Pemasaran
Bentuk rencana strategi pemasaran membantu dalam menganalisis sumber pemasaran. Di area produksi, misalnya, brand yang dikenal bisa menjadi kekuatan besar. Promosi dan sumber harga harus dipertimbangkan juga. Banyak perusahaan gagal dalam memasarkan produk baru karena mereka tidak mengerti kebutuhan pelanggan atau lingkungan kompetitor baru.
Menganalisa Kompetitor dan Lingkungan yang Kompetitif
Lingkungan kompetitif mempengaruhi jumlah dan tipe kompetitor, manager pemasaran harus tahu bagaimana mereka berperilaku. Walaupun manager tidak bisa mengatur faktor ini, mereka bisa memilih strategi-strategi untuk menghindari kompetisi. Ahli ekonomi membuat 4 jenis situasi pasar (kompetitif):
  1. Kompetisi Murni
  2. Oligopoli
  3. Kompetisi Monopolistik
  4. Monopoli.
Kebanyakan menager pemasaran ingin mempunyai campuran pemasaran kuat dimana pelanggan bisa memenuhi kebutuhannya. Situasi monopoli , dimana sebuah perusahaan sepenuhnya mengatur penyebaran produk pasar, masih jarang dalam ekonomi pasar-langsung. Pemerintah biasa mengatur monopoli.
Pada kompetisi monopoli, sejumlah perusahaan berbeda menawarkan campuran pemasaran. Setiap kompetitor mencoba mengatur (sebuah monopoli) pada target pasar mereka. Di kompetisi monopoli, manager pemasaran terkadang mencoba membedakan produk sejenis dengan mengandalkan elemen campuran pemasaran.
Jalan terbaik bagi manager pemasaran untuk menghindari head-on kompetisi adalah dengan menemukan cara baru atau lebih baik untuk memuaskan pelanggan dan menyediakan nilai. Maka dari itu, manager pemasaran meminta saran kepada analisis kompetitor- sebuah pendekatan terorganisir untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan sekarang atau strategi pemasaran kompetitor potensial. Langkah awal dalam analisis kompetitor adalah untuk mengidentifikasi kompetitior potensial.
Biasanya, manager pemasaran dengan cepat memfokuskan pada analisis mereka untuk menentukan rival kompetitor –perusahaan kompetitor paling dekat. Rival (saingan) menawarkan produk serupa yang mudah dikenali.
Pada sebuah analisis kompetitor, kamu juga mempertimbangkan rintangan kompetitor –kondisi sulit, bahkan tidak mungkin bagi sebuah perusahaan untuk berkompetisi di sebuah pasar. Rintangan itu membatasi rencana kita atau, kemungkinan lain menghalangi respon kompetitor terhadap sebuah strategi inovatif.
Seorang manajer marketing harus dengan aktif mencari informasi tentang kompetitor yang potensial. Walaupun beberapa perusahaan mencoba menyimpan rencana mereka sebagai suatu rahasia, informasi publik mungkin masih tersedia seperti pada publikasi penjualan, sales representatif, middlemen,ahli industri dan juga pelanggan. Internet juga merupakan sebuah sumber informasi yang cukup kuat. Kita dapat mencari tahu informasi tentang kompetitor melalui website maupun database perusahaan.
Pencarian informasi ini bukan tidak mungkin mnimbulkan permasalahan etis. Perlu diketahui, bagaimanapun juga, memata-matai kompetitor untuk mendapatkan rahasia penjualan adalah ilegal. Ganti rugi yang dikenakan akan sangat besar. Oleh karena itu kita perlu berhati-hati dalam mencari informasi tentang kompetitor.
Suatu perusahaan tentu saja akan menghadapi persaingan yang beragam dari suatu negara ke negara lain. Ketika lingkungan persaingan yang sangat ketat mulai terasa, sebuah perusahaan mungkin akan mendapatkan iklim persaingan maupun kesempatan yang lebih baik di negara lain.
Selain itu, suatu saat sebuah perusahaan mungkin akan menghadapi situasi persaingan yang tidak terelakkan. Sebuah perusahaan yang mempelopori suatu produk, pada satu saat akan dihadapkan dengan kompetitor-kompetitor baru. Apabila tidak bisa bertahan, tentu saja kompetitor barulah yang akan menguasai pasar.
Lingkungan Ekonomi
Ada hubungan yang sangat erat antara lingkungan ekonomi dan lingkungan teknologi. Lingkungan teknologi menyediakan dasar bagi lingkungan ekonomi dimana kemampuan teknis dan peralatan akan mempengaruhi bagaimana suatu perusahaan menggunakan sumber yang ada.
Kondisi ekonomi dapat mengalami perubahan yang sangat cepat. Ketika hal itu terjadi maka strategi marketing pun harus berubah. Jika terjadi penurunan bisnis di suatu daerah atau negara, maka secara otomatis pendapatan pelanggan pun menurun. Hal ini akan mempengaruhi penjualan produk. Oleh karena itu sebuah perusahaan harus menyesuaikan strategi dengan kondisi yang ada. Jika tidak maka perusahaan tersebut tidak akan cukup kuat untuk menghadapi penurunan tersebut.
Selain itu, perubahan ekonomi juga akan mempengaruhi suku bunga. Suku bunga secara langsung akan mempengaruhi harga produk, kapan dan apakah konsumen akan membelinya. Suku bunga ini cenderung mengalami peningkatan ketika terjadi periode inflasi.
Ekonomi dunia saling berhubungan satu sama lain dan perubahan satu ekonomi akan mempengaruhi yang lain. Hal ini disebabkan oleh peningkatan perdagangan internasional yang dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi pada dan diantara kedua ekonomi. Perdagangan internasional juga dipengaruhi oleh kurs mata uang. Selain itu, ekonomi suatu negara dapat dipengaruhi pula oleh perubahan keseimbangan ekspor impor.
Pergerakan kondisi ekonomi sangatlah cepat. Oleh karena itu, seorang manajer marketing harus selalu berhati-hati dan mempersiapkan perubahan strategi bila suatu saat diperlukan.
Lingkungan Teknologi
Teknologi merupakan aplikasi dari ilmu pengetahuan untuk mengubah sumber daya ekonomi menjadai output. Teknologi mempengaruhi ekonomi dalam 2 hal yaitu, produk baru dan proses baru. Adanya teknologi memberikan kesempatan besar bagi perkembangan ekonomi.
Transfer teknologi yang cepat mengakibatkan munculnya teknologi-teknologi baru. Teknologi baru inilah yang menciptakan industri penting yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Banyak perkembangan bisnis dimulai dari adanya inovasi dalam melakukan suatu hal. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi. Contoh utamanya adalah Internet. Adanya internet telah mengembangkan dunia marketing dalam komunikasi dengan pelanggan. Namun teknologi juga memiliki tantangan apabila kita tidak memanfaatkannya sebaik mungkin. Selain itu juga permasalahan etis mungkin muncul. Seperti adanya ‘hacker’ dan email-email yang menggangu privasi.
Lingkungan Politik
Lingkungan politik dipengaruhi oleh perilaku dan reaksi masyarakat, kritik sosial serta pemerintah. Tidak hanya di negara yang sama saja, lingkungan politik pun berpengaruh di tingkat internasional.
Adanya nasionalisme, yaitu kepentingan negara di atas segalanya, mempengaruhi bagaimana sistem makro-marketing dan mangaer marketing bekerja. Perasaan nasionalis ini bisa menentukan apakah suatu perusahaan bisa memasuki pasar sehingga nasionalisme dapat membatasi masuknya pasar internasional.
Setiap negara memiliki aturan dan regulasi perdagangan yang berbeda. Perbedaan inilah yang merangsang timbulnya regional groupings dan kerjasama perdagangan seperti European Union dan NAFTA(North American Free Trade Agreement). Dengan adanya groupings negara-negara yang memiliki keterkaitan bergabung membentuk pasar dengan aturan yang diunifikasi.
Dalam lingkungan politik ada pula konsumerisme yaitu suatu pergerakan untuk meningkatkan hak dan kekuatan konsumen. Seperti dicantumkan dalam “Consumer Bill of Rights” oleh Presiden Kennedy, konsumen memiliki hak untuk mendapatkan keamanan, informasi, memilih dan untuk didengar. Dengan adanya konsumerisme ini, top management harus selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Lingkungan Hukum
Lingkungan hukum dipengaruhi oleh perubahan pada lingkungan ekonomi. Lingkungan hukum menentukan aturan dasar tentang bagaimana suatu perusahaan dapat beroperasi di masyarakat. Lingkungan hukum ini bisa saja membatasi pilihan namun bisa juga membuka kesempatan baru. Di Amerika, lingkungan hukum ini diharapkan dapat menciptakan kompetisi diantara perusahaan kecil. Contoh lainnya adalah hukum antimonopoli dan marketing mix planning.
Selain untuk melindungi kompetisi, di lingkungan hukum ini dikenal pula hukum perlindungan konsumen yang menjamin kesehatan dan keamanan bagi konsumen.
Di lingkungan hukum sebuah perusahaan mungkin akan menemukan hukum yang beragam. Baik hukum lokal maupun negara. Oleh karena itu, seorang manager marketing harus mengetahui dan terus mempelajari hukum-hukum tersebut serta mengikuti aturan pengadilan dan agensi federal. Karena sedikit saja kesalahan atau penyimpangan kita lakukan tentu saja memiliki konsekuensi. Dari yang ringan seperti denda, hingga hukuman penjara.
Konsumen dan Hukum Mengatakan Bahwa Para Penjual Harus Berhati-hati
Dulunya hukum hubungan penjual-pembeli mengatakan bahwa pembelilah yang harus berhati-hati. Hal ini mengimplikasikan bahwa saat ini hukum lebih tertarik untuk melindungi konsumer. Mungkin hal ini membuat kecewa para manajer yang berorientasikan pada produksi. Namun zaman telah berubah dan para manajer harus beradaptasi pada lingungan politik dan hukum yang baru ini.
Lingkungan Sosial dan Budaya
Lingkungan sosial dan budaya mempengaruhi bagaimana dan mengapa manusia hidup dan bertingkahlaku, yang juga mempengaruhi tingkahlaku konsumen dalam membeli dan juga suasana ekonomi, politik, dan hukum. Seorang manager marketing tidak dapat menganggap lingkungan sosial dan budaya secara sembarangan, walau perubahan cenderung datang perlahan, hal ini dapat memiliki efek jangka panjang. Seorang manajer marketing yang dapat melihat sebuah perubahan dari sejak awal dapat mengidentifikasikan sebuah kesempatan besar. Didalam lingkup sosial yang luas, orang-orang dengan subgrup yang berbeda dapat dipengaruhi oleh lingungan sosial dan ekonomi yang berbeda. Di banyak negara, hal mengenai kemultikulturan ini menjadi hal penting bagi para pelaku pasar. Bahkan untuk seorang pelaku pasar internasional, hal ini merupakan tangtangan terbesar.
Berubahnya Peran Wanita
Pergeseran peran wanita di masyarakat menggambarkan pentingnya lingkungan sosial dan ekonomi dalam perencanaan marketing. Dengan kesempatan bekerja yang lebih baik dimasa kini, lebih banyak wanita menunda pernikahan, Dan saat menikah pun mereka memilih untuk bekerja di kantor dan meiliki sedikit anak. Walau pun masih ada batas antara pria dan wanita, para wanita yang memiliki penghasilan cenderung memiliki kemandirian dan kekuasaan untuk berbelanja. Saat ini misalnya, perusahaan mobil telah menganggap wanita sebagai konsumen penting, terutama di Jepang. Perubahan ini memberikan kesempatan sekaligus kesulitan pada para pelaku pasar.
Penggunaan Kriteria Penyaringan untuk Menuju Strategi
Sebuah perusahaan yang maju secara konstan mencari kesempatan baru. Setelah kesempatan teridentifikasikan, perusahaan harus menyaring dan mengevaluasinya. Biasanya, sebuah perusahaan tidak dapat mengejar semua kesempatan yang ada, jadi kesempatan-kesempatan tersebut haruslah terlebih dahulu dicocokkan dengan sumber dan objektivitasnya. Pertama-tama,manajemen harus secara cepat menyaring kesempatan-kesempatan yang tidak cocok sehingga kesempatan lain dapat dianalisis secara lebih hati-hati.
Mengembangkan dan Menerapkan Kriteria Penyaringan
Setelah menganalisis sumber-sumber perusahaan, untuk kelemahan dan kelebihan, tren lingkungan, dan tujuan dari manajemen atas, kita gabungkan semuanya kedalam produk-pasar kriteria penyaringan. Kriteria tersebut harus sudah termasuk komponen kualitatif dan kuantitatif. Komponen kuantitatif merangkum tujuan perusahaan: penjualan, keuntungan, dan target pengembalian investasi. Komponen kualitatif merangkum komponen jenis bisnis apa yang diinginkan perusahaan, bisnis apa yang tidak diinginkan, kelemahan apa yang harus dihindari, dan kekuatan dan tren apa yang harus dibangun. Membangun strategi ini sulit tapi pantas untuk dilakukan. Saat seorang manager dapat menjelaskan kriteria spesifik yang relevan unutk memilih sebuah kesempatan, yang lain dapat mengerti logika sang manager. Oleh karena itu, keputusan marketing tidak hanya dibuat atau disetujui berdasarkan intuisi atau tekad semata.
Seluruh Rencana Harus Dievaluasi
Kita harus dapat meramalkan kemungkinan hasil dari strategi yang akan diimplementasikan untuk menerapkan bagian kuantitatif dari strategi penyaringan ini karena hanya rencana yang telah diimplementasikanlah yang akan menghasilkan penjualan, keuntungan, dan pengembalian investasi.
Contoh Kriteria Penyaringan Produk-Market untuk Pengecer dan Grosir (Penjualan Pertahun Rp.10juta)
1. Kriteria Kuantitatif
a. Meningkatnya penjualan menjadi Rp.15juta pertahun untuk 5 tahun kedepan.
b. Meningkatan pengembalian investasi setidaknya 25% sebelum paja pada venture baru.
c. Istirahat bahkan dalam satu tahun pada venture baru.
d. Kesempatan harus cukup besar.
e. Beberapa kesempatan harus diraih untuk sampai ke tujuan.
2. Kriteria Kualitatif
a. Sifat dari bisnis yang dipilih
1) Harus mengambil keuntungan dari system pemesanan internet dan promosi website.
2) Barang baru dan pelayanan untuk pembeli.
3) Produk yang berkualitas
b. Kendala
1) Sifat dari bisnis yang akan dihindari
2) Geografi
3) Umum
Perusahan dengan Multiproduk Memiliki Strategi Perencanaan Kerja yang Sulit
Perusahaan multiproduk seperti General Electric jelas memiliki perencanaan kerja yang lebih sulit daripada perusahaan dengan jenis produk yang relative sedikit.
Mengevaluasi Kesempatan di Pasar Internasional
Mengevaluasi Resiko
Pasar internasional seringkali lebih sulit untuk dimengerti tentang variable pasar pasarnya. Hal ini menyebabkan lebih sulitnya melihat resiko yang terlibat dalam beberapa kesempatan. Beberapa negara memiliki kondisi politik yang tidak stabil. Investasi yang disimpan pada sebuah pemerintahan mungkin saja diambil pada pemerintahan lain.
Resiko Bervariasi dengan Adanya Sensitifitas Lingkungan
Semakin jauh dari daerah yang dikenal, semakin besar resiko untuk membuat kesalahan besar.

(http://belajar-management.blogspot.com/2010/02/peluang-peluang-dalam-perubahan.html)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
;